Belajar Diam

Ari Kimura
Diam, diam bukan berarti bisu, diam bukan berarti bodoh dan diam bukan berarti tidak paham, diam adalah cara jitu kita bisa memahami hal yang tidak pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata, aku diam bukan berarti tak cemburu, tapi aku diam untuk menutupi amarahmu.

Kalau kita berbicara tentang diam maka ada banyak versinya, kali ini saya akan membahas diam untuk menghargai perasaan orang lain. kuk perasaan bukannya lebih bagus kita itu blak-blakan untuk berkata tanpa harus tedeng aling-aling? emang lebih bagus seperti tapi ada cara lain untuk lebih baik dibandingan sepreti itu.

Kenapa saya memilih untuk mengargai perasaan orang lain, karena menusuk hati orang lain dengan perkataan itu sakitnya tidak seperti tangan kita terkena pisau atau kita kesandung batu, yang akan sembuh ketika luka itu kering, walapun membekas tapi kita tidak akan membenci dan membuat sakit hati, terkadang jujur berkata juga sama akan menjadikan perasaan orang lain sakit.

Banyak orang-orang yang memilih diam untuk menjaga perasan orang lain, salah satunya saya ketika saya melilih diam bukan berarti saya tak peduli tapi itu;ah caraku menjaga perasaanmu, ketika saya harus marah-marah untuk mengungkapkan amarahku memgkupkan  kecemburuan hanya membuatmu bukan luluh padaku, tapi membuatmu semakin membenciku.

Ketika diamku kau anggap  nggak pernah meresponmu, itu sebagian caraku untuk mengetestmu, mengajarimu bagaimana rasanya ketika kamu tak pernah direspon, bukan diam ku jadikan alasan untuk ajang balas dendam, tapi itulah caraku mengjarimu bahwa tak direspon itu sakit rasanya.

Ketika aku merindukanmu aku memilih jalan diam untuk menjumpaimu, bukan aku menemukan jasadmu ketika dalam diamku, tapi aku temukan percikan-percikan kerinduan itu, diam dan berinteraksi bersama Tuhanlah caraku menjumpai rindumu, bahkan kamu tak pernah sampai berfikir sedalam ini, dan pikiran pun tak pernah bisa sampai melogikakan apa mungkin diam bisa mengobati rasa rindu, sungguh sangat irasional tak bisa sampai kita berlogika seperti ini.

Dan cara orang salik diam adalah cara berinteraksi bersama Tuhan lewat wirid-wirid lewat amalan yang telah didapatnya, mereka diam, tapi hati bertegar mengucap namaMu, diamnya mulut tapi hati berinteraksi bersama Tuhan.

Versi diam yang nggak pernah mau tau, nggak pernah peduli adalah diamnya orang bodoh. mereka diam tapi mereka sebenarny nggak tau apa-apa, mereka diam untuk menutupi kebodohan yang haqiq, bukan diam orang menjaga perasaan orang lain.

Belajarlah diam dengan perasaan, bukan diam sebagai kebodohan, belajar memahami sifat orang lain dengan cara diammu,
Ari Kimura

1 komentar:

TRANSLITE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : KIM

Pengikut

total

Visitor

free counters
Copyright © Catatan Ari Kimura. All rights reserved. Template by CB