Kado Untuk Tuhan DiHari Ulang Tahun

Hari hari yang ditunggu selama setahun sekali
Bagi para manusia yang memuja dunia
Yang lupa seharusnya hari itu sebagai hari dimana berkurangnya usia
Bukan tentang kado apa yang diberikan pada kita
Tapi rasa bersyukur pada Tuhanlah yang paling utama
Hari ini aku bersyukur padamu, masih menyisipkan nafas pada jasadku
Lebih dari seperempat abad egkau sisipkan nafas pada jasadku
Tapi aku jarang mensyukuri yang kau berikan padaku
Aku tak meminta sesuatu padamu, seharusnya aku yang memberikan kado indah padamu
Cukupkah rasa syukur dan cintaku padamu
Aku belum bisa zuhud seperti umatmu
Yang diam dan berdzikir dihadapanmu
Ohh Tuhan aku merasa kecewa seperempat abad lebih aku belum bisa seperti mereka

Belajar Diam

Diam, diam bukan berarti bisu, diam bukan berarti bodoh dan diam bukan berarti tidak paham, diam adalah cara jitu kita bisa memahami hal yang tidak pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata, aku diam bukan berarti tak cemburu, tapi aku diam untuk menutupi amarahmu.

Kalau kita berbicara tentang diam maka ada banyak versinya, kali ini saya akan membahas diam untuk menghargai perasaan orang lain. kuk perasaan bukannya lebih bagus kita itu blak-blakan untuk berkata tanpa harus tedeng aling-aling? emang lebih bagus seperti tapi ada cara lain untuk lebih baik dibandingan sepreti itu.

Kenapa saya memilih untuk mengargai perasaan orang lain, karena menusuk hati orang lain dengan perkataan itu sakitnya tidak seperti tangan kita terkena pisau atau kita kesandung batu, yang akan sembuh ketika luka itu kering, walapun membekas tapi kita tidak akan membenci dan membuat sakit hati, terkadang jujur berkata juga sama akan menjadikan perasaan orang lain sakit.

Banyak orang-orang yang memilih diam untuk menjaga perasan orang lain, salah satunya saya ketika saya melilih diam bukan berarti saya tak peduli tapi itu;ah caraku menjaga perasaanmu, ketika saya harus marah-marah untuk mengungkapkan amarahku memgkupkan  kecemburuan hanya membuatmu bukan luluh padaku, tapi membuatmu semakin membenciku.

Ketika diamku kau anggap  nggak pernah meresponmu, itu sebagian caraku untuk mengetestmu, mengajarimu bagaimana rasanya ketika kamu tak pernah direspon, bukan diam ku jadikan alasan untuk ajang balas dendam, tapi itulah caraku mengjarimu bahwa tak direspon itu sakit rasanya.

Ketika aku merindukanmu aku memilih jalan diam untuk menjumpaimu, bukan aku menemukan jasadmu ketika dalam diamku, tapi aku temukan percikan-percikan kerinduan itu, diam dan berinteraksi bersama Tuhanlah caraku menjumpai rindumu, bahkan kamu tak pernah sampai berfikir sedalam ini, dan pikiran pun tak pernah bisa sampai melogikakan apa mungkin diam bisa mengobati rasa rindu, sungguh sangat irasional tak bisa sampai kita berlogika seperti ini.

Dan cara orang salik diam adalah cara berinteraksi bersama Tuhan lewat wirid-wirid lewat amalan yang telah didapatnya, mereka diam, tapi hati bertegar mengucap namaMu, diamnya mulut tapi hati berinteraksi bersama Tuhan.

Versi diam yang nggak pernah mau tau, nggak pernah peduli adalah diamnya orang bodoh. mereka diam tapi mereka sebenarny nggak tau apa-apa, mereka diam untuk menutupi kebodohan yang haqiq, bukan diam orang menjaga perasaan orang lain.

Belajarlah diam dengan perasaan, bukan diam sebagai kebodohan, belajar memahami sifat orang lain dengan cara diammu,

Kisah Asmara Rama Shinta dan Rahwana

Pasti kita pernah melihat cerita wewayang dalam kisah Ramayana, cerita cinta segitiga antara Rama, Shinta, dan Rahwana.

Shinta adalah salah satu putri Prabu Janaka dari negeri  Mantili, Shinta titisan Bahtari Sri Widowati. dia angun nan cantik, siapa sech yang nggak akan terpincut paras cantiknya Dewi Shinta, seandainya aku hidup dicerita Ramayana, mungkin aku juga akan terpincut oleh kecantikan seorang putri raja yang bernama Dewi Shinta.

Mengenal siapa sejatinya Rama atau Ramayana. Ramayana adalah salah satu putra Prabu Dasarata dari negeri Ayodya, putra tunggal Prabu Dasarata dan salah satu titisan Dewa Wisnu yang bertugas menciptakan ketentraman di dunia.

Rahwana adalah putra dari Kaikesi seorang putri raja Detya yang bernama Sumali. Rahwana lahir setengah brahmana atau setengah raksasa. Rahwana lahir dengan nama Dasamuka, yang konon memiliki sepuluh kepala.

Ketika Rama mendengar ada sayembara merebutkan putri mahkota negeri Mantili sontak Rama ikut sayembara itu, siapa yang nggak akan meleleh ketika melihat Dewi Shinta, yang cantik nan aggun itu. Akhirnya Rama bisa memenangkan sayembara membengkokan busur siwa, dan raja Janaka memutuskan Rama menjadi menantunya.

Rama sempat diasingkan di hutan dadakan, ketika itu rama ditemani oleh sang istri Dewi Shinta dan Sang adik Lasmana. Saat dipengasingan Rama dan Lesmana didatangi seorang rakshasi yang bernama  Suparnaka, yang menjelma menjadi wanita cantik mengoda Rama dan Lasmana.

Singkat cerita Suparnaka terluka dan melaporkan kejadian itu kepada kakaknya Kara, Kara marah terhadap Rama yang telah melukai adiknya dan hendak membalas dendam. Dengan angkatan perang yang luar biasa, Kara dan sekutunya menggempur Rama, namun mereka semua gugur. Akhirnya Surpanaka melaporkan keluhannya kepada Rahwana di Kerajaan Alengka. Rahwana marah dan hendak membalas perbuatan Rama. Ia mengajak patihnya yang bernama Marica untuk melaksanakan rencana liciknya.

Pada suatu hari Shinta melihat seekor kijang yang lucu melompat lompat di sekitar pondoknya, akhirnya Rama mengejar kijang itu untuk diserahkan kepada sang istri, namun bukan gagal Rama membawa kijang itu, kijang itu ternyata jelmaan marica yang diperintahkan Rahwana, yang akhirnya Rama menghabisi marica.

Ketika Rama lama nggak balik balik ke pondok, Dewi Shinta pun merasa gelisah, akhirnya Lasmana menyusul Rama ketengah hutan dadakan, sebelum berangkat Lasmana membuat lingkaran disekitar pondoknya untuk melindungi Shinta dari orang2 jahat yang akan menculiknya.

Ketika Rahwana mencoba masuk diarea lingkaran yang dibuat oleh Lasmana, Rahwana terpental, Rahwana pun tidak kekurangan akal, akhirnya Rahwana menjelma menjadi Brahmana untuk melabuhi Shinta, akhirnya sintha keluar dari lingkaran itu untuk memberikan air ke Rahwana yang menjelma Brahmana, dan ketika itu Shinta akhirnya diculik oleh Rahwana.

Rama dan Lasmana kembali ke pondok dan melihat Shinta telah tiada di pondok. Perasaan Rama pun terguncang, Rama dan Lasmana menyusuri hutan dadakan dan gunung gunung, ketika itu pula rama menemukan burung raksasa yang sedang sekarat, Rama mengenal burung itu dia adalah Jatayu sahabat Raja Dasarata.

Dalam perjalanan mencari dewi sinta Rama dan Lasmana bertemu seekor kera yang bernama Hanamon, Hanoman lah yang mengantarkan Rama dan Lasmana bertem r UIaja kera Sugriwa. Rama dan sugriwa bercerita panjang lebar dan akhirnya menemukan point2 penting, Rama dan Sugriwa menyepakati perjanjian Sugriwa akan membantu Rama mencari Shinta dan Rama akan membantu Sugriwa merebut kerajaan Kiskenda dari Subali.

Akhirnya Rama memerintahkan Hanoman untuk menuju Alengka, mencari Shinta yang diculik oleh Rahwana, Hanoman menemukan Shinta yang disekap di taman Asoka letaknya didalam istana Alengka.

Pada penafsiran penulis mungkin beda sama cerita aslinya yang ada dalam wayang atau film Ramayana, sosok Raksasa yang bernama Rahwana yang menculik Dewi Shinta, saya kira bukan hanya karena sakit hatinya karena Rama melukai adiknya Suparnaka, tapi karena melihat kecantikan Dewi Shinta yang akhirnya Rahwana pun jatuh cinta kepadanya.

Apakah Shinta juga mempunyai perasaan kepada Rahwana? Hmm, mungkin iya walapun Shinta juga mencintai Rama, karena kita tidak akan tahu perasaan perempuan, apalagi melihat sosok yang gagah, walapun yang mempunyai hostori buruk, mungkin Rahwana tidak harus menjelaskan kejelekan dirinya, karena dasamuka adalah cermin kejelekan sifat manusia, tidak seperti orang orang yang membeberkan kejelekannya kepada wanita yang dia cintai, biar dia merasa simpati dengannya.

Rama pun merasa cemburu dan beranggapan bahwa Shinta sudah tidak suci lagi, ketika Rahwana menculiknya, walapun sejati Rahwana bisa berbuat jelek kepada Shinta, tapi Rahwana tetap tahu bahwa Shinta adalah istri Rama, walapun Rahwana memaksa Shinta untuk menjadi istrinya di negeri Alangka, Shinta pun menolak, tapi karena kegagahan Rahwana yang bisa membuatnya takjub,  adakah yang berani menculik istri dari Rama atau Ramawijaya titisan dewa Wisnu. mungkin tidak ada laki laki yang setangguh Rahwana rela merebut istri Rama, dengan strategi yang handal.

Rama pun tidak perlu tanya langsung ke Shinta, kalau mempunyai perasaan pada Rahwana, istilah wong jowo Rama itu itu Tahu sebelum Shinta mengakuinya. Puing puing cinta itu datang ketika Shinta merindukan sang suami yang tak pernah datang ke alengka untuk menolongnya, dan situlah sosok Rahwana yang dlu bajingan sombong dan jagoan menjadi orang baik dan menghibur sang Dewi Shinta.

Bukan salah Shinta kalau akhirnya mempunyai perasaan pada Rahwana, tapi kesalahan Rama yang membiarkan Shinta selama 3tahun ada di Alangka, tapi Rama tak kunjung menjemputnya, walapun akhirnya mereka kembali berdua, mungkin raga Shinta untuk Rama tapi hati Shinta Terbagi dua.

Shinta
"haruskah aku jujur pada, kekasih, kalau sukmaku tak seluruhnya tulus padamu, ada dia dalam hatiku"

TRANSLITE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : KIM

Pengikut

total

Visitor

free counters
Copyright © Catatan Ari Kimura. All rights reserved. Template by CB