Maafkan Aku Yang Masih Mencintaimu

Ari Kimura
Mungkin pahit rasanya jika mengenang perjalan yang pernah kita lewati
dulu, tapi perjalanan itu tak pernah terhapus dari memoryku. Mungkin
hampir 3 tahun kita berpisah, tapi apa daya aku yang selalu
tergelincir pada kenangan itu. Kenapa harus seperti ini terlalu
cintakah aku padamu, terlalu sayangkah aku padamu, tapi apakah kau
seperti itu? Mungkin tidak. Hmm, sudahlah.

Kenangan itu nyata, sampai-sampai aku takut dengar nama kota Surabaya
dan Jember, seperti fobia kalau denger 2 kota itu, kenapa? Karena di
kota itu tersimpan sejuta kenangan bersamamu, bagaimana aku bisa ke
kota itu, kalau hatiku terasa teriris, tapi mau gimana juga semua itu
kenangan, kenangan adalah motivasi lebih baik, tapi nyatanya aku
terpuruk dalam kenangan. Ini seperti kata-kata "Jomblo itu pilihan,
mati itu takdir". Alibi seorang jomblo yang tak pernah bisa move on
dari masalalu. Ah Jancuuuuk tenan.

aku slalu mencoba untuk mencari penganti posisimu dihatiku, tapi semua
itu gagal, tak pernah diterima oleh hatiku, hatiku tak munafik, lhoo
kuk iso, la wong aku aku bilang punya pacar, tapi ngtwit slalu galau
sama mantan. Hmmm. Maafkan aku yang pernah ngisi hatiku, hmm
sebenarnya kamu hampir bisa membuatku terpuruk dari masa lalu, tapi
aku agak ragu dengan sikapmu, banyak yang tak klop antara A dan B,
makanya aku kembali mengalaukan mantan, hehehehehe sejenis Jancuk lagi
ini.

Aku sebenarnya capek denger nasehat temen-temen "ayo move on ojo
mantan ae seng di pikir" dalam hati aku berkata " move on diasmuu wie,
ngomong penak ngelakoni angel cuk". Memang hidup itu penuh liku-liku
apalagi cinta, Hmm mungkin lebih jancuk'i dibandingkan liku-liku dalam
hidup. Aku slaluu inget kata² "Cinta itu membangkitkan tapi membunuh"
dan disini saya baru sadar kehidupan di dunia itu emang paradoks, tapi
mau gimana lagi ini sudah resikoku tergelincir masalalu, tapi faidah
tersebesarnya aku banyak belajar dari ke galauanku sendiri.

Ketika aku galau apa yang ada dalam pikiranku, mantan mantan dan
mantan, ketika itu aku dikenal dengan nama Tuhan, ya Tuhan yang slalu
di sembah oleh orang-orang. mungkin kalau cerita masalah ini
timbulnya tak masuk akal. Jelaslah ini bukan bab syariat yang kita
pelajari sehari-hari kuk. Kadang aku galau, Tuhanku hanya dalam
sangkaan nama Allah. STOP !!! Terlalu irasionalitas. Kembalikan ke
tema lagi ahh.

Mungkin ketika aku merindukan mantan, ketika itu juga aku belajar
merindukan Tuhan, kadang aku berfikir mantankulah wajah Tuhan, wajah
yang slalu membuatku tak pernah lupa, seperti aku yang tak pernah lupa
dengan Tuhanku. Tapi biarkan saja yang seperti ini, jangan pernah ada
selainku yang mengalami fase seperti ini. Mungkin juga tak ada, bagi
orang² cinta ya cinta setelah putus ya tak ada lagi. Sedangkan aku
sudah ungkapkan bahwa cinta itu paradoks. Bukan hanya cinta saja yang
paradoks, bahwa hidup itu juga paradoks kuk. Seng ra percoyo yo
karepmu !!!.

Aku kadang heran, kenapa aku harus mencintaimu, sedangkan kamu saja
tak pernah mengingatku. Terlalu bodohnya aku. Hmm apakah ini yang
dinamakan cinta. Ehh, sebelumnya aku juga mau ucapkan terima kasih,
buat mbak2 yang pernah mengisi hatiku, yang pernah bersinggah dalam
perasaanku, maafkan aku jika aku tak bisa seperti yang kalian
harapkan, jujur saja selama ini masih ada huruf N yang susah pergi
dari hatiku. Anggap saja perjalanan cinta itu sebagai drama. Bukankah
cinta yang kita jalani itu drama, yang seperti drama korea.
Hahahahahahaah

Jujur walapun sebenarnya aku masih mencintainya tapi apa daya aku,
yang tak bisa apa-apa. Biarkan cinta itu menjadi kenangan, biarkan
cinta ini aku yang merasakan, aku hanya ingin ucapkan selamat buat
kamu yang ada di negeri sakura. Jaga diri baik-baik. Semoga langgeng
dengan pacarmu.
Ari Kimura

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TRANSLITE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : KIM

Pengikut

total

Visitor

free counters
Copyright © Catatan Ari Kimura. All rights reserved. Template by CB