Menyapa Tuhan Tanpa Imbalan

Ari Kimura

Tuhan, aku tau banyak orang yang menyapamu, entah karena rindu padamu,
atau menginginkan imbalan surgamu. Tuhan aku hanya ciptaanmu, yang
berlumuran dosa, dan tak pernah diam untuk mencari ridhoMu, Engkau
yang tak pernah ada dalam bentuk, tapi, selalu ada dalam lubuk hatiku
paling dalam,

Oh Tuhan ....... Pantaskah aku menyapamu walapun aku tak pernah
meminta imbalan secuil pun dariMu. Mungkin bagiku meminta imbalan
surga dariMu, adalah caraku mengkhianatiMu, caraku menyekutukanMu
dengan surgaMu, mungkin jika aku meminta surgaMu, yang ku sembah bukan
Engkau, namun surga.

Tuhan, aku slalu menangis setiap malamku, aku takut, karena Engkau tak
pernah membutuhkan aku, tapi aku yang membutuhkanMu, aku takut Tuhan,
aku kadang menghakimi umatmu, seperti Engkau menghakimiNya.

Tuhan, dalam malamku, aku mencoba masuk dalam ruang yang sunyi, ruang
yang sepi, ruang rindu yang aku jadikan ruang untuk menyapamu, ruang
yang penuh rindu dan kehangatan pelukan kasihmu, tapi aku tak pernah
meminta imbalan apapun, aku hanya ingin berintim bersama kesunyianku
dengaMu.

Tuhan, air mata yang menetes dalam keheningan malamku adalah air mata
kerinduan dan air mata pelukan hangatku padaMu, walapun aku tak pernah
tau apa balasanmu, tapi aku slalu mengangap ketenangan jiwa itu adalah
pelukan hangatmu.

Oh Tuhan, kadang aku frontal saat menjalankan perintahMu, aku slalu
mengangap kamu adalah pacarku yang tak mungkin bisa ku sentuh, tapi
kehadiranMu bisa ku rasakan dalam ketenangan jiwaku, bahwa Kau ada
dalam lubuk hatiku.

Tuhan, maafkan aku dengan kelalaianku, saat aku lupa denganMu, dengan
aku mencintai ciptaanmu, tapi Tuhan, aku tak akan pernah lupa menyebut
namamu dalam hatiku, walapun tak akan ada satu orang pun yang, tau
bahwa, namamu terukir indah dalam hatiku.

Oh Tuhan, maafkan saudara-saudaraku yang slalu berdoa demi imbalan
surgaMu, aku tau, surga hanya milikMu, dan tiada satu pun akan
menikmati surgamu tanpa melalui izin dariMu,
Tuhan, maafkan sikap frontalku, maafkan juga saudara-saudarku yang
slalu menghakimi, mengkafirkan umatmu yang berbeda agama. Buhkankah
semua agama kau ciptakan untuk menyembahMu, walapun harus beda dalam
penyebutan namamu, Tuhan.

Tuhan, izinkan aku slalu menyapaMu, aku hanya ingin ruang keheningan,
ruang dimana aku bisa memelukMu, bisa berintim bersamaMu, aku
menyapaMu tidak menginginkan imbalan suatu apapun, tapi hanya ingin
kebersamaan denganmu, Tuhan.

Oh Tuhan ....... Aku dan semua umatmu belum bisa sepertimu, yang Maha
Ghaffar dan Maha Shabuur, kami umatmu yang masih penuh kekurangan,
yang penuh dosa, yang penuh salah, izinkan aku menyapamu dan berikan
maafku untukku Tuhan.

Tuhan, berkenankan aku menyapamu dan berkenankan aku bisa memelukmu
walapun hanya sedetik saja.


Penulis: Ari Kimura
Ari Kimura

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TRANSLITE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : KIM

Pengikut

total

Visitor

free counters
Copyright © Catatan Ari Kimura. All rights reserved. Template by CB