Ah Kamu Munafik

Lama juga tak menulis, sore ini aku akan menulis sedikit tentang
Munafik, tapi ngak afdol jika menulis tidak ditemani secangkir teh dan
pisang goreng, sambil melihat air mata Kekasih yang di curahkan sore
ini.

Hadist riwayat. Abu Huraira Radhiyallahu 'anhum, ia berkata:
Rasulullah berkata: ada tiga tanda orang munafik; apabila berbicara ia
berbohong, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila dipercaya ia
berkhianat.

Dari hadist tersebut kita sering menjumpai di kalangan politik waktu
pileg, pilpers dan pilkada. Tapi aku ngak membahas masalah politik,
tapi akan membahas masalah personal, masalah orang yang pernah aku
dambakan dan yang pernah mengajariku tentang blak-blak'an saat
berbicara. Aku lebih mengenal dia sebagai guru, yang pernah
mengajariku untuk berbicara apa adanya.

Memang lidah tak bertulang, tiga tahun yang lalu dirimu pernah
mengatakan janji-janji kita bersama tapi apa yang terjadi, dirimu
mengkhianati janji itu. Dirimu mengingkari janjimu sendiri. Aku
bertahan karena aku tau kamulah orang yang akan merubahku, tapi
nyatanya semua hanya pelibur laramu. Dan saat inilah aku baru sadar,
tapi aku woles, tanpa harus mules. Hehehehehehehehe.

Kamu pernah bilang perjalanan ini perjalanan kita untuk selamanya,
boro-boro selamanya, wong kamu aja udah lupa, tapi saya sadar kita
bagaikan langit dan bumi. Aku dulu minder kamu yang menguatkan, ketika
aku kuat dan menjalani semuanya dengan percaya diri, kamunya
menjatuhkan. Ibarat kata sudah terbang sampai langit tingkat dua,
setelah itu kamu jatuhkan dengan tendangan halilintar,

Kamu masih ingat kata-katamu "aku kalau ngak suka ma orang ya aku
bilang didepannya, ngak bicara dibelakangnya". Ini lho yang aku
banggakan darimu, tapi anehnya kamu bilang ngak suka ma aku, kuk ngak
bilang langsung didepanku, bahkan kamu bilangnya cinta didepanku. Aku
sech percaya apa yang kau katakan, setahuku kamu itu blak-blak'an
didepan siapa saja. Tapi ternyata kamu munafik juga.

Bahkan aku pernah bilang selesaikan kewajibanmu, jika aku menganggumu,
sejenak aku akan pergi, tapi bagimu aku tidak menganggu, terus kenapa
kamu nulis di webmu akulah perusak, akulah orang yang menghancurkan
masa depanmu, kuk kamu munafik lagi yaa. Tulisanmu sama apa yang kamu
bilang dulu bertolak belakang,

Memang aku bukan orang yang sempurna aku hanya orang jalanan yang tak
bermoral, orang yang tak punya pendidikan, orang yang hina dimata
orang kaya. Saya sadar kuk, hidup kita memang berbeda, tapi bagimu
kita dulu sama. Bukankah itu katamu.

Ya sudahlah. Semoga dirimu bahagia disaat melupakanku, Tuhan Maha Asyik :)

Kekasih

Aku slalu mengangapmu Kekasih,
kamulah Kekasih yang slalu aku rindukan, yang tak pernah aku lupakan,
Kau bagaikan mawar yang slalu memberi harum pada malamku,
Yang tak pernah aku lupa untuk menyapaMu.
Aku kadang menangis kala malam tiba,
tiba-tiba aku rindu harumnya mawar itu, harummu yang menyelimuti
sela-sela malamku.

Oh... Andaikan Kau bisa ku sentuh,
alangkah bahagianya aku,
bisa bercumbu dan tersenyum haru bersamamu.
Selama ini aku takut,
Iya, aku takut lalai dalam mencintaiMu,
takut aku melupakanmu.
Kadang aku menangis tersedu-sedu ketika akuu merindukanMu

Oh.... Kamu bagaikan cahaya dalam cahaya, bagaikan mutiara yang belum
pernah tergores,
kamulah jiwa hidupku.
Mungkin, aku frontal ketika membicarakanMu karena, aku menggangapmu kekasih,
sedangkan yang lain mengangapmu sembahan.
Tapi aku tak pernah menghiraukan orang berkata apa
PerkataanMu adalah jiwaku,
Maka aku kan menjadimu.

Ari Kimura
11-11-15

Berguru Kepada Peradaban

Berbicara tentang peradaban, tentunya kita berbicara tentang
perputaran waktu. Sejauh manakah kita melek terhadap peradaban.
Sebelum kita berguru, mulanya kita tahu bagaimana rasanya melek kepada
satu tema ini yaitu peradaban. Setelah kita mencoba untuk melek
terhadap jejak jejak sejarah yang membawa sepasang kaki kita di sebuah
peradaban, barulah kita tahu pelajaran apakah yang akan kita reguk
bersama dari setiap suguhan peradaban.
"Setiap jengkal dari muka bumi ini adalah sejarah" pastinya menjadi
ungkapan yang sangat apik untuk dimuseumkan di ingatan. Rasulullah SAW
telah menggebrak dunia dengan peradaban yang diretasnya. Bahkan
menjadi kisah yang tak usai-usainya diceritakan masyarakat dunia.
Cerita yang tak bosan didengar murid dari seorang guru di bangku
sekolah. Riwayat yang tak habis dibahas oleh sejarawan muslim maupun
non muslim. Politik, ekonomi, sosialitas sang Nabi yang tak tergeser
dari referensi yang dijadikan rujukan bagi umat muslim seantero raya.
Begitu juga dengan sahabat-sahabat beliau yang selalu menarik untuk
didengarkan kisahnya. Pertanyaannya, sudahkah kita melek terhadap
peradaban beliau? Peradaban keemasan di bawah tahta Muhammad
habibullah SAW. Maka pantaslah ini menjadi PR pertama bagi kita untuk
terus mempelajari sirahnya. Penasaran bukan???
Dari peradaban Muhammad, kita melaju mundur sebentar ke peradaban
jahili bangsa Arab. Memutar waktu perputaran zaman. Peradaban unik
yang masih lezat di santap bagi para pecinta ilmu. Peradaban jahili
sendiri memiliki rentang waktu yang sangat panjang sebelum zaman
kerasulan Muhammad SAW. Memiliki karakteristik yang unik dan
bermacam-macam yang mungkin dapat kita baca di buku-buku sejarah
peradaban seperti Tarikh adab jahili, Mu'allaqot Sab', dan kitab-kitab
para tokoh sejarawan muslim kontemporer yaitu Dr. Toha Husein, seorang
Doctor yang menyelesaikan studinya S1 di Universitas Al-Azhar Cairo
dan menuntaskan S2 dan S3 di Sorbonne, Paris dan Dr. Muhammad Abbas
'Aqod. Karya-karya tokoh ini banyak memberikan sumbangan referensi
kepada dunia sejarah. Maka karna terlalu banyaknya ranum-ranum sejarah
peradaban yang disajikan untuk kita, maka di sini saya akan mengutip
kisah salah satu penyair jahili yang termasuk bagian Mu'allaqot Sab',
7 Penyair jahili yang syairnya di tempel di dinding ka'bah. Dan salah
satunya adalah Zuhair Ibn Abi Sulma yang bait-bait syairnya sangat
mempesona, diksinya yang menggoda para pecinta dunia sastra. Banyak
sekali yang bisa kita ambil dari kehidupan dan syair-syair Zuhair,
kisah cintanya yang romantis, Odenya yang menggelora untuk para
pejuang dan Mutiara hikmah yang uslubnya masih dipelajari hingga
sekarang.
"Perkataan seseorang itu bagian dari hatinya, maka jika ia tidak
menggunakan hatinya, tidaklah berharga hidupnya" salah satu bait syair
yang eksotis dari Zuhair Ibn Abi Sulma. Di sini saya akan mencoba
mengajak kita semua berpetualang dengan penyair nyentrik ini. Zuhair,
seorang yang membuat bait-bait syair pujian untuk dua orang pemuda
yang mencetuskan perdamaian pada zamannya. Ia menghiasi syairnya untuk
memuji kehebatan dua orang pemuda yang mampu mendamaikan perseteruan 2
suku, Bani Gobro' dengan Bani Dahis. Dikisahkan perseteruan ini sudah
ada sejak ia kecil, tak jarang mereka melakukan peperangan dahsyat,
pertumpahan darah dan sebagainya. Namun tiba-tiba perseteruan itu
sembuh dan mereka hidup dalam payung perdamaian. Yang membuat unik
cerita ini, dua orang pemuda yang bernama Harom dan Haris datang dan
menawarkan perdamaian antara kedua suku tersebut dengan sesuatu yang
tak lazim. Apakah itu? Harom dan Haris memberikan 1000 ekor unta
terbaik di zaman itu untuk kedua suku tersebut asalkan mereka mau
berdamai. Dikisahkan dua pemuda ini tertekan hidup dalam perseteruan
dua suka tetangga dan mencita-citakan perdamaian. Hingga lahirlah
idenya yang mencengangkan. Bani Gobro' dan Bani Dahis menyetujui
persyaratan kemudian mereka berdamai. Cerita selesai, lalu apa yang
unik? Lalu pelajaran apa yang dapat kita teguk?
Begitu indahnya sikap yang diambil seseorang ketika mereka hidup di
kalangan permusuhan, ia berani mengambil keputusan untuk berusaha
mendamaikan. Bayangkan, seribu unta mereka hargai untuk sebuah
perdamaian. Bila kita tarik ke peradaban modern, peradaban kita ini.
Adakah orang yang rela membayar harga perdamaian. Tak banyak dari kita
mengedepankan emosional dan ego masing-masing. Membela sana, membela
sini. Mencari yang benar, menuding yang salah. Bahkan kita sering
dengan lantang menjatuhkan mereka yang salah. dari kisah yang
diabadikan Zuhair Ibn Abi Sulma, dapat kita jadikan PR untuk diri kita
masing-masing bahwa perdamaian mendapatkan tempat di mata dan hati
kita, tidaklah mencari pihak yang benar kemudian menjatuhkan lainnya,
bila kita bisa merangkul keduanya alangkah syahdunya hidup bukan?
bukankah kita berada dalam satu naungan Islam? Dan Islam adalah agama
perdamaian. Ini beda kasus dengan musuh islam yang terus memerangi dan
menyeterui islam, mereka pantas untuk diperangi. Perdamaian yang
dimaksud adalah Representasi dari Islam yang Rahmatan lil 'Alamin.
Peradaban yang dibawa Rasulullah SAW tak kurang mengajari kita untuk
berdamai dengan siapapun, sekalipun itu orang kafir yang hidup di
wilayah muslim. Indah bukan jika kita hidup menjadi lentera diantara
lilin-lilin yang menyala. Kita tetap bersinar dengan cahaya islam yang
tak meredupkan cahaya lain.
Tentunya kalian yang pernah membaca novelnya "99 Cahaya di Langit
Eropa" yang telah membumi dari penulis kenamaan Hanum Salsabiela Rais
dan suaminya Rangga Mahendra. Mengabadikan kisah kebaikan Aisye Pasha
dan Fatma Pasha yang tetap tersenyum lebar kepada kejahatan Bangsa
Eropa terhadap Turki, Negeri kelahirannya. Kejahatan Bangsa Romawi
kepada Turki sehingga menimbulkan ekspansi Kara Mustafa Pasha.
Saya rasa ini sudah menjadi petualangan yang seru dan pas untuk kita
saat ini. Mereguk nikmatnya anggur perdamaian dan keharmonisan hidup.
Tak pernah lelah menebar benih kebaikan diantara manusia. Apakah
disini saja peradaban memberi kita pelajaran? Tidak, masih banyak
warisan peradaban yang siap untuk dipetik ranumnya. Ia tak hanya
menyajikan kisah-kisah yang unik tapi juga menghadiahkan pelajaran
yang bisa kita lukiskan dalam peradaban kita saat ini. Selamat
berpetualang di putaran peradaban lainnya
Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat dan memberi energy positif
bagi penulis dan pembacanya. Tulisan ini ditulis tidak untuk menyindir
siapapun melainkan menyindir diri sendiri yang belum mampu
merepresentasikan diri sebagai muslim sejati. Maka lewat ini, mari
kita sama-sama belajar menjadi agen muslim yang menggetarkan peradaban
islam khususnya dan dunia. Terima kasih dan sampai jumpa di coretan
berikutnya.


Penulis:
Siti Qomariyah
(Mahasiswi Universitas Al-Azhar Cairo Mesir)

Dari Mesir Menyapa Tegalarum

Mutiara itu adalah…….
(Sebuah kisah yang dibawa dari Bumi Pertiwi menuju Bumi Nabi)

Semua orang pasti memiliki cita-cita dan harapan dalam hidupnya.
Harapan untuk sukses dalam hidupnya, harapan untuk membahagiakan orang
tuanya, harapan untuk masa depannya dan sebagainya.
Begitupun dengan diriku. Memiliki cita-cita yang mungkin terlalu besar
untuk pemimpinya. Tapi apakah kita tidak boleh bercita-cita layaknya
orang besar di sekitar kita? Apakah kita tidak boleh bermimpi layaknya
kita sedang tertidur nyenyak? Bebas semau mimpi kita, tanpa kita
berharap datangnya mimpi tersebut, yaa seperti itu lah mimpi. Bukankah
begitu bagi anda sebuah mimpi dan cita-cita?
Saya berbagi kisah ini untuk saudara-saudaraku tercinta, untuk para
pemimpi yang tak takut bangun dari tidurnya untuk mem pause mimpinya
dan kemudian bangun lalu mewujudkannya, untuk mereka yang tidak takut
jatuh membangun istana di kecuraman kejamnya dunia, dan untuk mereka
yang percaya bahwa Allah Swt benar-benar merengkuh setiap harapan
bermilyar-milyar hambaNya. Dari sinilah cerita dimulai.
Namaku Siti Qomariyah, aku terlahir di Desa tercinta anggun nan asri,
Tegalarum. Desa yang selalu kurindukan dikala aku berada jauh darinya.
Lahir di antara orang-orang tercinta yang tak henti menghujaniku kasih
sayang. memiliki ayah dan ibu yang berpenghasilan biasa layaknya
penduduk di Desa, tapi jangan salah, mereka adalah orang-orang besar
yang telah membesarkanku dengan sejuta cinta dan cita-cita.
Mesir? Universitas Al-Azhar? Siapa sih yang ga kenal dengan nama ini.
Nama yang mulai masyhur di telinga masyarakat semenjak meledaknya film
layar lebar Ayat Ayat Cinta dan KCB Ketika Cinta Bertasbih. Siapa yang
ga kenal dengan tokoh Fahri dan Aisyah? Film yang lagi
hangat-hangatnya ketika aku masih kelas 3 Tsanawiyah. Siapa yang
sangka kini aku berada di Bumi Kinanah ini tempat Fahri dan Aisyah
bertemu. sebenarnya aku berkeinginan untuk belajar di mesir ini bukan
karena film ini. Lebih karena dulu usthadzah di pondok sering
bercerita tentang kawan-kawannya yang melanjutkan studi ke Universitas
Al-Azhar Mesir, dan seperti itulah mimpi itu datang dan dimulai.
Mimpi itu datang ketika aku tengah duduk di kelas 1 Aliyah. Semenjak
itu aku senang sekali bercerita tentang Mesir. Layaknya para pemimpi,
aku terlalu menikmati mimpi ini hingga aku lupa siapa diriku? Aku
hanyalah anak petani yang bekerja serabutan. Aku bukan Neng, aku bukan
anak pak kyai, aku juga bukan anak orang kaya. Sekali lagi aku
bukanlah siapa-siapa. Aku seperti kalian layaknya anak desa yang
sekolah di Pondok Pesantren Al-Abror, Pesantren yang teramat baru di
desa ini. Pesantren yang tak banyak dikenal khalayak. Namun dari
sinilah kisah ku dimulai.
Yang aku tahu untuk bisa sekolah di Universitas Al-Azhar haruslah
hafal Al-Quran dan mendapatkan beasiswa disana, karena polosnya diriku
saat itu, aku tak pernah berfikir bagaimana orang tuaku mampu
membiayaiku sekolah di Luar Negeri. Aku hanya berfikir bagaimana
caranya bisa sekolah disana dengan mengandalkan beasiswa. Maka
mulailah diriku menghafal Al-Qur'an, meski dengan niatan agar bisa
lulus test Depag untuk bisa kuliah di Universitas Al-Azhar. Satu tahun
aku bisa menghafal 2 juz sembari memperdalam bahasa Arab ku dengan
modal Nahwu Shorof yang masih dasar. Dalam hati kecilku, sebenarnya
minder. Bagaimana ga minder? Pesantrenku masih kecil, aku pun adalah
lulusan yang ke 2, dan aku belum memiliki bekal ilmu yang cukup, belum
pernah belajar kitab apapun seperti yang digunakan pesantren yang
sudah besar. Harapanku mulai timbul tenggelam. Hingga tibalah aku
lulus dari pesantren pada tahun 2012. Kami belum diizinkan untuk
kuliah karena harus mengabdi setahun. Akhirnya aku bertekad tahun 2013
harus bisa lulus test kuliah di Al-Azhar. Semakin kuat dan kuat tekad
ini. Di sela-sela pengabdianku di Al-Abror aku mulai belajar dan
menambah wawasan pengetahuanku seputar test Al-Azhar. Tak lelah
berdo'a pada Pemilik Alam, berdo'a dan terus berusaha.
Dengan berbekal ridho orang tua, saudara dan teman-teman semua aku
mendaftar test pada bulan Juni. Setelah beberapa hari mengurus
pendaftaran aku mempersiapkan diri untuk test lisan dan test tulis.
Namun apakah setiap mimpi berjalan lurus begitu saja? Apakah tiada
batu kerikil yang sengaja dilempar ke kakiku? Tidak…ada sebagian orang
yang mengatakan aku tidak tahu diri. "Punya cita-cita itu mbok ya yang
sesuai dengan kemampuan orang tua", "Orang tua nya petani saja kok
punya cita-cita sekolah di luar negeri" dan sebagainya…..namun ibu tak
pernah lelah memberi motivasi untuk terus maju melangkah. Beliau
meyakinkanku bisa membiayai cita-citaku. Meski saat itu aku tahu, aku
pun juga sadar kalau aku akan sangat membebani beliau. Namun namanya
orang tua, tak ingin melihat harapan anaknya hancur, malaikat yang tak
pernah dikisahkan namun selalu ada dalam cerita anak manusia itulah
orang tua. aku mulai resah, gelisah, takut antara melanjutkan
perjalanan meraih mimpiku atau berhenti. Namun yang namanya Siti,
memiliki watak yang keras, kemauan yang keras. Akhirnya aku teguh
meneruskan mimpi ini. Hingga tibalah kabar itu, petir yang menyambar
dikala pelangi ingin muncul, kabar yang menghancurkan hatiku. Siapa
sangka tahun 2013 Pemerintah membatalkan seleksi mahasiswa ke Mesir
dikarenakan keamanan disana yang masih labil. Aku menangis
sejadi-jadinya, rapuh, putus asa. Mimpi yang selama ini kubangun, ah
bagaikan layang-layang yang putus dari benangnya. Aku tak punya
bayangan apapun yang ada hanya rasa kecewa luar biasa.
Ibu dan bapak yang tak tega melihat anaknya hancur dan jatuh. Hingga
membuat mereka ikut meneteskan air mata. Aku merasa tidak adil dengan
usaha yang kulakukan. Kenapa harus terjadi padaku? Kenapa harus aku?
Aku merasa sudah belajar sungguh-sungguh, sudah menghafal kalam Ilahi,
sudah sempurna, tapi……. Hancur semua.
Pada saat itu, aku tidak berkeinginan melanjutkan kuliah dimanapun,
aku belum bisa move on dari Universitas Al-Azhar. Sedang pendaftaran
di Universitas-universitas dalam negeri sudah ditutup. Teman-temanku
yang melanjutkan kuliah di tahun itu, sudah mulai mendaftar dan
rata-rata sudah di terima di universitas pilihan mereka, sedang aku
masih lurus melihat mimpiku, Mesir.
Seiring berjalannya waktu, aku mulai menata diri. Orang tua terus dan
terus membangkitkanku, guru-guru begitu juga kawan-kawanku mulai
membangun kepercayaan diriku kembali. Ibu selalu mengatakan kepadaku
"Nak, kalau Mesir adalah jodoh kamu, kamu pasti bisa kesana, entah
kapan, sabar nak". Kalimat ini seolah memberiku kekuatan untuk
berjalan ke depan. Akhirnya aku menunda kuliah di tahun ini. Aku
mengabdi kembali di pesantren, aku mulai instropeksi diri, mulai
mencari kesalahanku kemarin. Aku mulai meluruskan niat untuk belajar
hanya karena Allah, apalagi menghafal Al-Qur'an, kalam indah nan suci
itu dihafal hanya untuk niat yang suci, niat mengharap ridho Allah
saja, tidak untuk yang lain. Menambah wawasan dengan menulis dan
membaca segala bentuk pengetahuan. Aku sudah mulai mengikhlaskan
Mesir. Aku selalu ingat kata Guruku di Pesantren " Apa yang kita
ikhlaskan, maka Allah akan beri kita yang berlipat indahnya dari yang
kita ikhlaskan itu".
Di akhir tahun 2014, mulailah aku berfikir untuk melanjutkan kuliah.
Entahlah, saat aku mulai melupakan Universitas impian itu, Mesir
terasa lebih dekat. Akhirnya aku mencoba kembali mengikuti test di
tahun 2014, karena memang aku belum pernah mencoba. Setidaknya aku
sudah mencoba, gagal ataupun lulus aku terima dengan hati yang lebih
tulus, karena kalimat ibu tak pernah salah. Aku percaya itu.
Bila tahun kemarin semua tahu kalau aku akan melanjutkan ke
Universitas Al-Azhar, kali ini aku menutupinya. Menyembunyikan dari
orang-orang di sekitarku. aku ingin hanya orang tua saja yang tahu.
Belajar dari kegagalan tahun kemarin, agar bila aku jatuh kembali, aku
tak merasakan sakitnya kecewa. Proses pendaftaran hingga Test berjalan
lancar, tinggal menunggu pengumuman. Dan akhirnya….
Alhamdulillah wa syukurillah, aku lulus. Mimpiku terwujud, pelangiku
kembali melengkung, layang-layangku kembali terbang di langit. Aku
menangis haru, sujud tiada berhenti. Begitu juga dengan ibu bapakku.
Mereka tak henti-hentinya menangis bahagia. Terima kasih bu untuk
kalimatnya. Aku benar-benar jodoh dengan Mesir.
Karena do'a ibu bapak, guru-guru, sahabat-sahabat, saudara, tetangga
semuanya kini aku tengah kuliah di Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir
Fakultas Bahasa Arab tingkat 2. Terima kasih malaikat-malaikat yang
tak berkisah, kisah kalian ada di bagian cerita hidupku.
"Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu[99], Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar
(Al-Baqarah : 153)"
Semoga kisah ini bermanfaat dan menginspirasi. Jangan pernah lelah
belajar dan belajar, berdoa dan berdoa. Allah punya cara sendiri
mengabulkan permohonan hambaNya. Bila di titik ini Dia menjatuhkan
kita, percayalah di titik berikutnya Dia menaikkan kita, begitu
seterusnya.
Eits…. Satu lagi, sudah biasa orang yang sukses dari tempat yang
memang mendukungnya sukses namun yang luar biasa adalah orang sukses
dari tempat yang kecil,. Sudah biasa orang kaya sukses tapi yang
sukses itu tukang bubur pasti lain ceritanya. Semangat untuk
adek-adekku yang kini tengah merajut cita-citanya.
Jangan bosan menjadi hambaNya yang tulus, meluruskan niat setiap
langkah, karena cintaNya Maha Dahsyat dari harapan kita. Semoga kita
selalu menjadi hambaNya yang tulus dan tulus karena hujan tak pernah
memilih turun di tanah negeri tertentu. Terima kasih…..

Sumber: http://tegalarum.magetan-desa.info

Penulis :
Siti Qomariyah
(Mahasiswi Universitas Al-Azhar Cairo Mesir)

Maafkan Aku Yang Masih Mencintaimu

Mungkin pahit rasanya jika mengenang perjalan yang pernah kita lewati
dulu, tapi perjalanan itu tak pernah terhapus dari memoryku. Mungkin
hampir 3 tahun kita berpisah, tapi apa daya aku yang selalu
tergelincir pada kenangan itu. Kenapa harus seperti ini terlalu
cintakah aku padamu, terlalu sayangkah aku padamu, tapi apakah kau
seperti itu? Mungkin tidak. Hmm, sudahlah.

Kenangan itu nyata, sampai-sampai aku takut dengar nama kota Surabaya
dan Jember, seperti fobia kalau denger 2 kota itu, kenapa? Karena di
kota itu tersimpan sejuta kenangan bersamamu, bagaimana aku bisa ke
kota itu, kalau hatiku terasa teriris, tapi mau gimana juga semua itu
kenangan, kenangan adalah motivasi lebih baik, tapi nyatanya aku
terpuruk dalam kenangan. Ini seperti kata-kata "Jomblo itu pilihan,
mati itu takdir". Alibi seorang jomblo yang tak pernah bisa move on
dari masalalu. Ah Jancuuuuk tenan.

aku slalu mencoba untuk mencari penganti posisimu dihatiku, tapi semua
itu gagal, tak pernah diterima oleh hatiku, hatiku tak munafik, lhoo
kuk iso, la wong aku aku bilang punya pacar, tapi ngtwit slalu galau
sama mantan. Hmmm. Maafkan aku yang pernah ngisi hatiku, hmm
sebenarnya kamu hampir bisa membuatku terpuruk dari masa lalu, tapi
aku agak ragu dengan sikapmu, banyak yang tak klop antara A dan B,
makanya aku kembali mengalaukan mantan, hehehehehe sejenis Jancuk lagi
ini.

Aku sebenarnya capek denger nasehat temen-temen "ayo move on ojo
mantan ae seng di pikir" dalam hati aku berkata " move on diasmuu wie,
ngomong penak ngelakoni angel cuk". Memang hidup itu penuh liku-liku
apalagi cinta, Hmm mungkin lebih jancuk'i dibandingkan liku-liku dalam
hidup. Aku slaluu inget kata² "Cinta itu membangkitkan tapi membunuh"
dan disini saya baru sadar kehidupan di dunia itu emang paradoks, tapi
mau gimana lagi ini sudah resikoku tergelincir masalalu, tapi faidah
tersebesarnya aku banyak belajar dari ke galauanku sendiri.

Ketika aku galau apa yang ada dalam pikiranku, mantan mantan dan
mantan, ketika itu aku dikenal dengan nama Tuhan, ya Tuhan yang slalu
di sembah oleh orang-orang. mungkin kalau cerita masalah ini
timbulnya tak masuk akal. Jelaslah ini bukan bab syariat yang kita
pelajari sehari-hari kuk. Kadang aku galau, Tuhanku hanya dalam
sangkaan nama Allah. STOP !!! Terlalu irasionalitas. Kembalikan ke
tema lagi ahh.

Mungkin ketika aku merindukan mantan, ketika itu juga aku belajar
merindukan Tuhan, kadang aku berfikir mantankulah wajah Tuhan, wajah
yang slalu membuatku tak pernah lupa, seperti aku yang tak pernah lupa
dengan Tuhanku. Tapi biarkan saja yang seperti ini, jangan pernah ada
selainku yang mengalami fase seperti ini. Mungkin juga tak ada, bagi
orang² cinta ya cinta setelah putus ya tak ada lagi. Sedangkan aku
sudah ungkapkan bahwa cinta itu paradoks. Bukan hanya cinta saja yang
paradoks, bahwa hidup itu juga paradoks kuk. Seng ra percoyo yo
karepmu !!!.

Aku kadang heran, kenapa aku harus mencintaimu, sedangkan kamu saja
tak pernah mengingatku. Terlalu bodohnya aku. Hmm apakah ini yang
dinamakan cinta. Ehh, sebelumnya aku juga mau ucapkan terima kasih,
buat mbak2 yang pernah mengisi hatiku, yang pernah bersinggah dalam
perasaanku, maafkan aku jika aku tak bisa seperti yang kalian
harapkan, jujur saja selama ini masih ada huruf N yang susah pergi
dari hatiku. Anggap saja perjalanan cinta itu sebagai drama. Bukankah
cinta yang kita jalani itu drama, yang seperti drama korea.
Hahahahahahaah

Jujur walapun sebenarnya aku masih mencintainya tapi apa daya aku,
yang tak bisa apa-apa. Biarkan cinta itu menjadi kenangan, biarkan
cinta ini aku yang merasakan, aku hanya ingin ucapkan selamat buat
kamu yang ada di negeri sakura. Jaga diri baik-baik. Semoga langgeng
dengan pacarmu.

Menyapa Tuhan Tanpa Imbalan


Tuhan, aku tau banyak orang yang menyapamu, entah karena rindu padamu,
atau menginginkan imbalan surgamu. Tuhan aku hanya ciptaanmu, yang
berlumuran dosa, dan tak pernah diam untuk mencari ridhoMu, Engkau
yang tak pernah ada dalam bentuk, tapi, selalu ada dalam lubuk hatiku
paling dalam,

Oh Tuhan ....... Pantaskah aku menyapamu walapun aku tak pernah
meminta imbalan secuil pun dariMu. Mungkin bagiku meminta imbalan
surga dariMu, adalah caraku mengkhianatiMu, caraku menyekutukanMu
dengan surgaMu, mungkin jika aku meminta surgaMu, yang ku sembah bukan
Engkau, namun surga.

Tuhan, aku slalu menangis setiap malamku, aku takut, karena Engkau tak
pernah membutuhkan aku, tapi aku yang membutuhkanMu, aku takut Tuhan,
aku kadang menghakimi umatmu, seperti Engkau menghakimiNya.

Tuhan, dalam malamku, aku mencoba masuk dalam ruang yang sunyi, ruang
yang sepi, ruang rindu yang aku jadikan ruang untuk menyapamu, ruang
yang penuh rindu dan kehangatan pelukan kasihmu, tapi aku tak pernah
meminta imbalan apapun, aku hanya ingin berintim bersama kesunyianku
dengaMu.

Tuhan, air mata yang menetes dalam keheningan malamku adalah air mata
kerinduan dan air mata pelukan hangatku padaMu, walapun aku tak pernah
tau apa balasanmu, tapi aku slalu mengangap ketenangan jiwa itu adalah
pelukan hangatmu.

Oh Tuhan, kadang aku frontal saat menjalankan perintahMu, aku slalu
mengangap kamu adalah pacarku yang tak mungkin bisa ku sentuh, tapi
kehadiranMu bisa ku rasakan dalam ketenangan jiwaku, bahwa Kau ada
dalam lubuk hatiku.

Tuhan, maafkan aku dengan kelalaianku, saat aku lupa denganMu, dengan
aku mencintai ciptaanmu, tapi Tuhan, aku tak akan pernah lupa menyebut
namamu dalam hatiku, walapun tak akan ada satu orang pun yang, tau
bahwa, namamu terukir indah dalam hatiku.

Oh Tuhan, maafkan saudara-saudaraku yang slalu berdoa demi imbalan
surgaMu, aku tau, surga hanya milikMu, dan tiada satu pun akan
menikmati surgamu tanpa melalui izin dariMu,
Tuhan, maafkan sikap frontalku, maafkan juga saudara-saudarku yang
slalu menghakimi, mengkafirkan umatmu yang berbeda agama. Buhkankah
semua agama kau ciptakan untuk menyembahMu, walapun harus beda dalam
penyebutan namamu, Tuhan.

Tuhan, izinkan aku slalu menyapaMu, aku hanya ingin ruang keheningan,
ruang dimana aku bisa memelukMu, bisa berintim bersamaMu, aku
menyapaMu tidak menginginkan imbalan suatu apapun, tapi hanya ingin
kebersamaan denganmu, Tuhan.

Oh Tuhan ....... Aku dan semua umatmu belum bisa sepertimu, yang Maha
Ghaffar dan Maha Shabuur, kami umatmu yang masih penuh kekurangan,
yang penuh dosa, yang penuh salah, izinkan aku menyapamu dan berikan
maafku untukku Tuhan.

Tuhan, berkenankan aku menyapamu dan berkenankan aku bisa memelukmu
walapun hanya sedetik saja.


Penulis: Ari Kimura

Mencintai tanpa Dicintai

Menyapa malam tanpa bintang, menyapa dirimu tanpa balasan, inilah
cinta yang tak pernah terbalas, cinta yang tak pernah mengalami cinta
yang sempurna, menikmati malam minggu tanpa kekasih. Menikmati malam
minggu dengan secangkir kopi.

Lebih enak menikmati malam minggu tanpa kekasih, karena dia
benar-benar jomblo, bukan mengaku punya pacar tapi menikmati malam
minggunya tanpa kencan atau sms/wa/bbm dari pujaan hati, itu sangat
menyakitkan lhoo … bagaimana tidak, cintanya bertebuk sebelah tangan.
Kita mengaku cinta tapi dia tak pernah mengaku cinta pada kita. Hmm
sakitnya tu disini. Nunjuk jidatt … :D.

Aku pernah nulis kisah sendiri di artiikel yang judulnya "sendiri" nah
di artikel itu aku bicara tentang kesendirianku, disini mungkin akan
bicara tentang cinta bertepuk sebelah tangan. Anggap aja cinta kepada
orang hebat, seperti ngefans ke seorang cewek, yang dia tak pernah tau
kalau kita mencintai. Sepertii aku mencintai Yuka Tamada yang dia tak
pernah tau, #Plak #Glodak. Hehehehehe.

Mungkin kita takut untuk mengungkap, takut juga kalau kita ditolak.
Tapi lebih takutnya kita tak sadar diri siapa sech yang kita cintai,
sebandingkah dengan kita? Hmm … , tapi cinta tak pernah tanya siapa
kamu, anak siapa kamu, ini bukan jaman majapahit bukan pula jaman
sinetron-sinetron yang kaya dengan yang kaya.

Tirulah cintanya Rama ke Shinta, Rama tak pernah mencintai Shinta
karena namanya, karena kecantikannya, tapi Rama mencintai Shinta
karena Perllaku Shinta. Walapun Shinta sempat 3 kali menganti namanya
tapi Rama tetap kukuh mencintainya. Adakah orang - orang yang benar-
benar mencintai karena zhat/perilaku? Hmm … , sekarang mencintai
karena kecantikan, karena ini itu, tak pernah melihat seperti apa
perilakunya. Tapi ya itulah yang namanya cinta. Kita bisa
mendevinisikan cinta menurut kita masing - masing terserahh kalian
semua.

Isssttttthhhh … … jeda sebentar kita nikmatin secangkir kopi toraja
yang ada di depan mata.
Bagaimana kita mengangap dia cinta tanpa kita mempelajari apakah dia
mencintai kita denga sungguh², jangan pernah menaruh perasaan
dengannya jika dia tak pernah merespon kita. Ini kunci awal mblo yang
perlu kalian lakukan saat dekat dengan target. Selanjutnya kalian
kasih perhatian kepadanya, apakah dia merespon? Kalau iya, jangan GR
dulu jangan² dia hanya mengangapmu kakak/sahabat. Terkadang disini
yang menyakitkan. Huehuehuehue satu kata dariku JANCUUUK.

Terkadang kita terlalu percaya diri kepada diri kita sendiri, kalau
dia benar² cinta. Tapi ternyata dia tak pernah mencintai kita.
Bagaimana sech caranya biar tau, kalau dia benar² cinta pada kita?.
Cuekin seakan2 kalian tidak merespon, bagaimana reaksi dia. Kalau dia
tanya kenapa sech kamu, itu sinyal kalau dia sudah menempatkan dirimu
di dalam hatinya. Tapi itu semua bisa juga hanya sebuah modus belaka.
Sekarang itu susah membedakan mana modus dan mana yang tulus. Yang
tulus aja kadang hanya modus, tapi yang modus bisa jadi tulus broo.
Cintai itu paradoks, cinta itu membangkitkan, tapi cinta itu membunuh.
Jika cinta kalian tak terjawab atauu kalian mencintai tanpa dicintai
Itu sudah resiko mbloo … seng sabar mblo, banyak² berdoa sapa tau
dalam doamu di jawab ma Tuhan seluruh alam.

Udah ah, mau lanjutin ngopi ma rokok. Sekian dan Terima Kasih. …


Penulis: Ari Kimura

Sendiri

Sebenarnya hari ini bingung mau nulis apa dan tentang apa, tiba-tiba
inget candaan teman goyunan temen-teman pas aku masih jomblo dua
tahun, dan itu pun sangat menyakitkan bagi orang-orang yang
menjalankan, tapi aku merasa bahagia, nah mari kita bahas masalah
sendiri.

Sendiri itu pilihan bukan karena tak ada yang yang mengajak bersama,
ketika aku memilih sendiri tanpa pujaan hati bukan karena aku tak
laku, tapi aku ingin sendiri untuk sementara waktu.

Pernah aku mengalami fase-fase seperti itu, dua tahun sendiri bukan
karena tak ada yang mendekati, hanya ingin belajar dari kesendirian,
ternyata sendiri itu asyik, tapi ada kalanya sendiri itu lebih diejek
menjadi jomblo yang tak laku, inilah yang tak paham hakekat orang
sendiri. Hehehehehehe. Coba kalian lihat penulis buku "Jomblo tapi
hafal pancasila" mas Agus Mulyadi, dia jomblo abadi bahkan
denger-denger belum pernah merasakan gimana rasanya di tolak
perempuan. Wah parah ini mah. Hmm. Tapi inti tulisanku bukan membahas
masalah sendiri karena jomblo, dan bukan membahas mas Agus Mulyadi.

Sendiri dalam presepsiku ada dua kategori, yaitu sendiri terlalu asyik
dengan yang tak nampak dan sendiri belajar dari pengalaman yang suram.

Pertama:
Sendiriku lebih nikmat, dimana aku belajar mencintai yang tak nampak,
mencintai yang di agung2kan oleh semua manusia. Yang di Raja-kan
manusia, menurut mbah Jancuk Sujiwotejo, yang merajai dari segala
raja. Eh duwur eram bahasane. Dimana kita hanya belajar menyembah
tanpa harus mencintai, hmm, menyembah itu bagian rasa mencintai, tapi
inti dari pembahasan disini bagaimana cara kita mencintai, yang tak
nampak, sembahlah zhatnya, jalan perintahnya seakan2 karena cintamu
kepadaNya, bukan karena kamu menginginkan surganya. Dan sendirilah
untuk mengagung-agungkan namanya, dimana kamu akan masuk dalam ruang
sunyi, ruang sepi, maka kau akan merasakan sendiri tapi merasakan ke
asyik.

Kedua:
Aku memilih sendiri karena perjalanan cinta yang sungguh tak
disangka-sangka kandas di tepi jalan, bukan takut untuk menjalan
asmara, tapi lebih tepatnya kesendirian itu untuk memilih dan
memilah-milah mana yang lebih cocok dan mana yang lebih bisa menerima
apa adanya, walapun pernah ada yang mencintai tapi kalau hati tak bisa
mau bilang apa, memiliih sendiri lebih asyik, dari pada menjalin cinta
hanya dengan sandiwara, menjalin cinta yang hanya dirasakan dalam
kata, hati tertawa tak pernah merasakan ini sebuah cinta. Warning!!!!!
Aku sendiri karena pilihan, bukan karena aku tak laku. Mungkin mas
Agus Mulyadi kesendiriannya lebih asyik menjalin hubungan tanpa
benar-benar cinta. Hehehehehehehehe.

Yukk bagi para jomblo-jomblo akut berdalillah ketika ditanya temen dan
saudara-saudaramu masalah kejombloanmu, dan berdalil yang lebih masuk
akal, dan lampirkan juga contoh-contohnya, biar orang lebih percaya
kalau kalian bukan jomblo akut, tapi jomblo karena sebagai pilihan,
walapun sebenarnya jomblomu karena tak laku, hehehehehehehe.
Karena saya selalu berdalil kalau saya bukan jomblo, sekarang
menjalani LDR. Beda tipis punya pacar tapi ngk merasakan pacaran,
hahhahahahaha lebih parah ini dari pada jomblo … . Seng sabar mblo …
baturmu sek akeh, hahahahahahahaha

Penulis: Ari kimura

REUNI

Bulan Ramadhan itu, bulan yang penuh Rahmat dan Maghfiroh, dan penuh
dengan kebahagian. disela-sela kita mencari pahala, kita juga di
pertemukan oleh saudara-saudara kita yang jauh, saat lebaran tiba,
bukan hanya saudara, tapi teman-teman kita SD/SMP/SMA juga.

Sebenarnya waktu kita untuk keluarga lebih berkurang, lebih banyak di
sajikan untuk kawan-kawan. Tapi itulah yang dinamakan Nikmatnya
kebersamaan. Atau sering kita sebut-sebut sebagai REUNI. Nah aku
sendiri belum paham makna dari kata REUNI, bagaimana jika kita Bahas
Makna dari REUNI itu. Ada yang setuju? Acungkan jempolnya kawan.
Hehehehehehehe

Reuni konon berasal dari kata Re dan Uni. Re merupakan koleksi kata
Bahasa Inggris yang berarti kembali. Uni, juga vocabulary dari negeri
tersebut. Artinya satu. Dua kata dalam bahasa Inggris disatukan
sehingga menjadi sebuah kata dalam Bahasa Indonesia. Secara harfiah,
artinya kembali menjadi satu. Epistemologi bahasa yang amburadul.
Benar-benar bagian dari 'kekhasan' Indonesia. Oklah mari kita kembali
ke pokok pembahasan.

Secara istilah, Reuni merujuk pada kegiatan berkumpul kembali
'komunitas' yang telah terpecah. Teman sekolah, teman kerja, dan
berbagai persamaan identitas lainnya. Senafas dengan peribahasa
"Mengumpulkan Tulang berserakan", Reuni merupakan wadah orang-orang
yang dulu pernah menjadi satu bagian dalam kehidupan namun kemudian
terpisahkan sesuai jalan hidup masing-masing dalam jangka waktu yang
lama.

Nah sekian lama aku tak pernah bertemu dengan teman-temanku/sahabatku
waktu Smp, ketika 10thn yang lalu tak pernah bertemu dan tak pernah
berkomunikasi, 10 tahun yang lalu, mungkin masih "kunyel" masih belum
bisa make-up (bagi yang perempuan) tapi setelah 10 tahun kemudian kita
akan terkesima melihat temen-temen kita. Itu hal wajar, setiap manusia
akan mempunyai perubahan yang sangat signifikan, yang cowok pasti akan
merawat wajahnya dan rambutnya dengan style gaya terbaru atau gaya
terkini. Yang cewek pun juga seperti itu.

Baru kali ini, seumur hidupku merasakan namanya Reuni,
hehehehehehehehe, maklum aku kan anaknya jarang gaul.

Yang akuu rasakan dalam perjumpaan dengan kawan-kawan Smp adalah, rasa
kebersamaan yang jarang kita dapatkan. kalau kata Gus Candra Malik.
"jika perjumpaan adalah takdir, mungkin perpisahan ini berakhir". Tapi
perpisahan bukan berarti tidak akan bertemu lagi, tapi perpisahan itu
cara kita mengenali rasa kerinduan. Cie … cie … kerinduan. Kayak orang
jatuh cinta aja. no … , kerinduan bukan hanya ada dalam percintaan.
Kita berbicara cinta, tapi tak pernah tau substantif cinta. Lho … kuk
bahas cinta, kembali lagi ke topik.

Sudahlah kita masuk ke intinya yaitu Reuni, makna Reuni menurutku
adalah, menikmati kebersamaan, mengenal rasa perjumpaan dan
perpisahan, dan menikmati rasa kerinduan, tiada rindu yang hikmat
tanda ada tawa canda. Semoga tahun depan bisa bertemu lagi dengan
kalian, bisa bercanda dan tertawa dengan kalian semua.

See you next year.

Ari Kimura

Kalah Oleh Waktu

Sebelum aku menulis, izinkan aku untuk memberi alasan tulisku ini, aku
menulis "Kalah Oleh Waktu" sebagai ucapanku "Bela Sungkawa" untuk
pacar temanku yang jadi korban Hercules di Medan. Semoga beliau di
terima disisi-Nya. Amien …

Kalah Oleh Waktu … …

Kita tidak akan pernah tau kapan kita kembali dan jam berapa kita akan
kembali padaMu. Semua memang rahasia-Mu, semua memang kehendak-Mu, apa
boleh buat aku, yang hanya ciptaan-Mu.

Manusia tetaplah manusia, yang akan hidup setelah itu mati, tapi bukan
hidup itu sebuah keabadian, hidup kita akan dikalahkan oleh waktu,
iya, waktu yang telah direncanakan Tuhan, kapan kita kembali
kepelukan-Nya dan kapan kita meninggalkan orang-orang yang kita cintai
di dunia.

Bukan Tuhan tidak sayang dengan kita, justru Tuhan sayang dan minta
kita untuk kembali kepelukan-Nya, memang koodrat manusia akan balik
kepada-Nya, entah itu kapan, itu semua kehendakn-Nya. Siapa yang bisa
melawan kehendak Tuhan.

Kita sebagai manusia selalu berdoa menginginkan hidup selama-lamanya
dunia, kita selalu berdoa "Tuhan jika perjumpainku dengannya adalah
takdir, kumohon ini bukan yang terakhir", tapi mustahil, pasti Tuhan
mempunyai rencana lain di balik musibah ini.

Jika Tuhan mencintai makhluknya, maka Tuhan akan lebih dulu
mengambil-Nya, itulah kecintaan Tuhan pada makhluknya, terlalu baik
hidup dunia maka Tuhan mengambilnya. Ini semua sknario Tuhan yang
manusia tak pernah menolaknya. Mungkin ini di anggap tak
irasionalitas, tapi inilah kehidupan yang nyata yang tak pernah masuk
akal dimata manusia.

Jika Tuhan telah berkata "kun fayakun" mau bilang apa kita, yang ada
kita mengikhlaskan apa yang telah di kehendaki-Nya, walapun kita
menangis darah pun tidak pernah bisa melawan kehendak Tuhan. Jika kita
cinta, kita sayang maka doakan, kirimkan doamu pada yang kau cintai,
bukan kita harus menangis dan mengangap Tuhan jahat, tapi kita harus
berfikir Tuhan terlalu sayang. Maka tabahlah bersabarlah untuk
menerima takdir sebenarnya.

Sedikiit tulisanku semoga bisa menjadikan semangatmu kawan, mari kita
doakan semoga Mira di terima disisi-Nya, dan di tempatkan di Surga
yang paling indah. Amien …


Penulis: Ari Kimura

Kebenaran Dibalik Semua Hal

ketika Aku bermain dengan-Mu, cintaku.
Aku mengerti mengapa ada permainan seperti
warna pada awan, di atas air,
dan mengapa bunga yang berwarna tints.

ketika Aku bernyanyi untuk membuat Engkau menari
Aku tahu mengapa ada musik dalam daun,
dan mengapa gelombang mengirim paduan suara mereka
ke jantung pendengar bumi.

ketika Engkau berbisik hal-hal yang manis untuk ku,
Aku tahu mengapa ada madu di cangkir bunga,
dan mengapa buah secara diam-diam diisi
dengan jus manis.

ketika Aku mencium wajah-Mu untuk membuat Engkau tersenyum,
Aku mengerti apa kesenangan menerus dari langit
dalam cahaya pagi,
dan apa yang menyenangkan angin musim panas membawa ke tubuhku
dan Aku mencium untuk membuat Engkau tersenyum.

-Jalaludin Rumi-

Penulis : Ari Kimura

Aku, Dan Kenangan Tiga Tahun Lalu

Malam itu, hujan yang sangat lebat, sekitaran jam 12 malam, hati ini
inginnya tidur, tapi ketika terdengar derasnya air hujan yang turun
dari langit, seakan-akan mengangu tidurku dan aku benar-benar tak bisa
tidur, akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari kamar dan bergegas
menuju ke dapur untuk membuat teh panas, waktu udara sangat dingin.
Setelah itu aku bawa teh panas itu ke ruang tamu, aku duduk di kursi
ruang tamu sambil menikmati teh panas yang aku buat, tiba-tiba aku
ingat sesuatu perjalanan 3 tahun yang lalu.

Saat mengingat kenangan itu, hati ini kacau senang dan sedih menjadi
satu, tiba-tiba aku aku berkata "kenapa aku ingat masa itu" rasanya
sakit, ahh apa-apaan ini, aku pun ambil handset hanphoneku dan
mendengarkan lagu yang melow, "ini aku salah lagu juga, udah tau galau
dengarin lagu galau". Dengeran lagu pun tidak membuat hati ini tenang,
masih saja tergangu oleh kenangan-kenangan masa bersamamu, aku pun
merasa bingung, harus bagaimana biar tidak mengingat kenangan
bersamanya.

Setelah kehabisan ide harus berbuat apa biar tidak mengingat kenangan
itu, aku bergegas mengambil kertas puting kosong dan pensil
untuk mengisi rasa sedih ini, aku pun menggoreskan pensil itu ke
kertas, ku gambar sebuah stasiun kota dan gerbang kereta, tanpa tak
sadar aku menulis gerbang itu "Logawa".
Teringat kata Logawa, bukankah itu kereta yang pernah aku naiki 3
tahun yang lalu, "ah ada apa dengan otakku, tiba-tiba keingat masalalu
itu", aku pun murung mataku pun sayu, pikiran ini kacau, air mata ini
pun jatuh ke kertas yang penuh goresan kenangan, sampai akhirnya aku
tinggalkan kertas itu, aku mencoba menghubungi no telphone yang ada di
kontak haphone, aku mencoba telpon no itu.

Ketika tau no itu aktif aku pun bingung, mau mengatakan apa saat dia
bertanya, akhirnya aku mencoba untuk mematikan. Rasa itu semakin
membingungkan ketika mengetahui kalau nomer hanphonenya masih aktif.
Dengan cara apapun aku memberanikan diri untuk bicara dengannya, saat
telfonku di terima dia menjawab "hallo ini siapa". Dengan rasa gugup
aku menjawab "ini aku, masih ingatkah ma aku" dengan rasa penesaran
dia menjawab "kamu siapa, aku udah lupa", semakin sakit ketika dia
menjawab aku lupa, akhirnya aku mencoba mengingatkan kenangan tiga
tahun yang lalu, "masih ingatkah tiga tahun kita berdua duduk di
gerbang kereta logawa madiun - jogja", owh kamu, aku kira kamu sudah
melupakanku, iya ini aku, bagaimana dengan kabarmu?, baik kuk,
akhirnya kita bernostalgia dengan tiga tahun yang lalu, sampai air
mata kesedihan pun berubah menjadi air mata kebahagian.


Penulis: Ari Kimura

Mengenal Radikalisme

Yang lagi marak saat ini adalah kata radikalisme. Orang - orang
selalu mengangap faham radikal adalah faham dari suatu yang fanatik
dan keras. Tapi apa itu yang di maksud radikalisme.

Radikalisme (dari bahasa Latin radix yang berarti "akar") adalah
istilah yang digunakan pada akhir abad ke-18 untuk pendukung. Gerakan
Radikal. Dalam sejarah, gerakan yang dimulai di Britania Raya ini
meminta reformasi sistem pemilihan secara radikal. Gerakan ini awalnya
menyatakan dirinya sebagai partai kiri jauh yang menentang partai
kanan jauh. Begitu "radikalisme" historis mulai terserap dalam
perkembangan Liberalisme politik, pada abad ke-19 makna istilah
radikal di Britania Raya dan Eropa daratan berubah menjadi ideologi
liberal yang progresif.

Menurut Encyclopaedia Britannica, kata "radikal" dalam konteks
politik pertama kali digunakan oleh Charles James Fox. Pada tahun
1797, ia mendeklarasikan "reformasi radikal" sistem pemilihan,
sehingga istilah ini digunakan untuk mengidentifikasi pergerakan yang
mendukung reformasi parlemen.

Nah mari sekarang kita telusuri, yang di maksud Islam Radikal itu
seperti apa. Jangan hanya kita mengklaim islam yang keras dan fanatik,
tapi Islam yang menebarkan faham takfiri, yang memuja ISIS Boko Haram
Wahabi, itulah yang di maksud dengan islam radikal. Islam yang suka
menebarkan kata kafir sesama muslim. Ini bisa menjadi bumerang bagi
negeri indonesia jika faham-faham radikal kita biarkan di negeri kita.

Banyak temen - temen mengangap negara islam terbesar, tapi islamnya
di diskriminasi. Menurut saya ini salah paham, dan pemblokiran
situs/website islam kesalahan dari kominfo dan BNPT. Seharusnya ada
pembicaraan antara kominfo dan pimred media islam. Memblokir itu bukan
solusi, tapi memperingkatkan media2 yang isinya koten radikal itu
wajib, jadi masalah ini bukan masalah islam didiskriminasi, tetapi
kita menghindari faham2 salafi yang di muat oleh website islam
radikal.


Penulis: Ari Kimura

TRANSLITE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : KIM

Pengikut

total

Visitor

free counters
Copyright © Catatan Ari Kimura. All rights reserved. Template by CB