PADA HAKEKATNYA SEMUA ITU TIDAK ADA (NOL).

Ari Kimura
PADA HAKEKATNYA SEMUA ITU TIDAK ADA (NOL). Karena semua adalah permainan, skenario, dan sandiwara belaka! “Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau” (Q.S Muhammad [47]: 36 ) Karena yang ada hanya Dia, Dialah yang Maha Ada, Sang Sutradara dan Sang Skenario dalam kehidupan ini. Semuanya selain Dia adalah pelaku-pelaku sandiwaraNYA, kita adalah sebagai pemain atau pelaku sandiwara dalam kehidupan ini Karena hakekatnya semua adalah tiada, bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa Maka..
Ketika aku didalam diri lebur, maka muncullah AKU yang hakiki yang wujud Ketika aku didalam diri ini mati, maka muncullah AKU yang hakiki yang HIDUP Ketika AKU SEJATI (Tuhan) muncul, maka tiadalah aku (NOL) karena tidak mungkin AKU SEJATI (TUHAN) bersanding dan bersekutu dengan ciptaanNYA LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAASYARIIKALAH TIADA TUHAN SELAIN ALLAH YANG MAHA ESA DAN TIADA SEKUTU BAGINYA Ketika manusia lebur kedalam keesaanNYA (NOL) maka kekuatan KEHAMBAAN muncul pada diri manusia, sehingga timbullah perasaan NOL, tidak mampu, tidak bisa merasa apa-apa, karena semuanya adalah ciptaanNYA dan kehendakNYA. “Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu." Ash Shaaffaat [37]: 96 Ingat…..!!! Karena sesungguhnya diri ini butuh kepada AKU yang hakiki (Sang Pencipta) Sebab aku ada karena AKU yang hakiki yang mengadakan, karena aku (diri ini) bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa-siapa (NOL). Maka sumber dari semua kehidupan, ilmu pengetahuan, bahkan agamapun berasal dari AKU HAKIKI bagi yang mampu melebur kepadaNYA (NOL). Maka bahagialah bagi diri yang hina ini bila dikaruniai untuk lebur (NOL) kedalam samudera TAUHIDNYA (pengetrapan sholawat ma’rifat yang diciptakan oleh Beliau Al Habib Sayyid Abdul Majid Ma’roef Ra): ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA WAMAULAANAA, WASYAFII'INAA, WAHABIIBINAA, WAQURROTI A'YUNINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU'ALAIHI WASALLAMA KAMAA HUWA AHLUH, NAS-ALUKALLOOHUMMA BIHAQQIHI AN TUGHRIQONAA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH, HATTAA LAA NAROO WALAA NASMA'A, WALAA NAJIDA WALAA NUHISSA, WALAA NATAHARROKA WALAA NASKUNA ILLAA BIHAA, WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLAH, WATAMAAMA NI'MATIKA YAA ALLAH, WATAMAAMA MA'RIFATIKA YAA ALLAH, WATAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLAH, WATAMAAMA RIDLWANIKA YAA ALLAH, WASHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAIHI WA'ALAA AALIHI WASHOHBIH. ‘ADADAMAA AHAATHOBIHII ‘ILMUKA WAAHSHOOHU KITAABUK, BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN, WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL'AALAMIIN............. Yaa Allah, sebagaimana keahlian ada pada-MU, limpahkanlah sholawat salam barokah atas Junjungan kami, Pemimpin kami, Pemberi Syafa’at kami, Kecintaan kami, dan Buah jantung hati kami Kamjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam yang sepadan dengan keahlian Beliau, kami bermohon kepada-MU Yaa Allah, dengan hak kemuliaan Beliau, tenggelamkanlah kami didalam pusat dasar samudra ke-Esaan-MU sedemikian rupa sehingga tiada kami melihat dan mendengar, tiada kami menemukan dan merasa, dan tiada kami bergerak maupun berdiam, melainkan senantiasa merasa didalam samudra Tauhid-MU dan kami bermohon kepada-MU Yaa Allah, limpahilah kami ampunan-MU yang sempurna Yaa Alloh, ni’mat karunia-MU yang sempurna Yaa Allah, sadar ma’rifat kepada-MU yang sempurna Yaa Allah, cinta kepad-MU dan menjadi kecintaan-MU yang sempurna Yaa Allah, ridho kepada-MU dan memperoleh ridho-MU pula yang sempurna Yaa Allah. Dan sekali lagi Yaa Allah, limpahkanlah sholawat salam dan barokah atas Beliau Kanjeng Nabi dan atas keluarga dan sahabat Beliau sebanyak bilangan segala yang diliputi oleh Ilmu-MU dan termuat di dalam Kitab-MU, dengan Rahmat-MU Yaa Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Ingat…!!! Ketika yang Maha Esa memberi karunia yang agung sehingga diri ini lebur kedalam samudera Tauhidnya sehingga NOL maka muncullah AKU yang dahsyat, AKU yang mutlak, AKU yang absolute, AKU yang Maha Ada!, maka tidak aku (yang hak) selain ALLAH (AKU YANG ABADI). “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS. 20. Thaahaa [20]: 14) Ternyata didalam aku sebagai makhluk masih ada AKU yang sejati dan yang AKU yang kekal, sehingga aku yang ada didalam diri ini harus hancur dan NOL karena aku adalah ciptaan bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, maka temuilah AKU yang kekal dan sejati itu niscaya hatimu akan menjadi tenang. Alaa bidzikrillaahi, tatma'innul quluub. “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar Ra’d [13]: 28) . Catatan kelam perjalanan "Si Fakir" yang hina
Ari Kimura

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

TRANSLITE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : KIM

Pengikut

total

Visitor

free counters
Copyright © Catatan Ari Kimura. All rights reserved. Template by CB