Niat Puasa Ramadhan

Niat Puasa Ramadhan

الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

Niat Puasa Ramadhan Setiap amalan tergantung pada niatnya. amalan biasa bisa berpahalakan ibadah tergantung pada niatnya. dan amalan kecil bisa menjadi besar tergantung pada niatnya sebagaimana amalan besar bisa menjadi kecil tergantung pada niatnya. dan setiap ibadah harus diniati sebelumnya agar ibadah tersebut sah. puasa tidak akan sah tanpa adanya niat seseorang untuk berpuasa sebagaimana sholat hanya sah jika seseorang berniat untuk sholat.

Pengertian Niat Secara Bahasa dan Istilah

Semua Ibadah Wajib Dengan Niat

Niat Tempatnya Didalam Hati

Niat Puasa Setiap Malam Pada Bulan Ramadhan

Niat Puasa Ramadhan Pada Malam Harinya



- Pengertian Niat Secara Bahasa dan Istilah

Pengertian niat dalam ibadah. Niat secara bahasa adalah maksud dan keinginan hati untuk melakukan sesuatu.

Niat menurut syariat adalah keinginan hati untuk menjalankan ibadah baik yang wajib atau yang sunnah. dan keinginan akan sesuatu seketika itu atau untuk waktu yang akan datang juga disebut niat.

- Semua Ibadah Wajib Dengan Niat

Semua ibadah wajib diniati terlebih dahulu, baik ibadah wajib atau sunnah. karena tanpa niat, ibadah tersebut tidak akan bernilai apa-apa dihadapan Allah. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

Artinya : "Setiap amalan-amalan (harus) dengan niat. dan setiap orang mendapatkan sesuai niatnya." (HR Muslim)

- Niat Tempatnya Didalam Hati

Semua ulama salaf dan khalaf sepakat bahwa tempat niat adalah didalam hati. dan tidak cukup niat tersebut hanya dengan lisan tanpa diyakinkan didalam hati. dan tidak disyaratkan pada setiap ibadah untuk melafadzkan niat dengan lisan. begitu juga pada puasa ramadhan, tidak disyaratkan untuk mengucapkan niat dengan lisan karena niat adalah amalan hati dan bukan amalan anggota tubuh yang lain.

- Niat Puasa Setiap Malam Pada Bulan Ramadhan

Para ulama berbeda pendapat tentang niat berpuasa hari esok pada tiap malamnya dibulan ramadhan. Madzhab Syafi'i, Maliki dan Hambali mensyaratkan niat tiap hari pada puasa ramadhan, karena puasa ramadhan adalah wajib dan harus dirincikan niatnya setiap harinya sebelum terbitnya fajar. karena puasa setiap harinya adalah amalan sendiri-sendiri.

Dan pendapat Syeikh Ibnu 'Utsaimin ketika ditanya apakah sekali niat puasa ramadhan cukup untuk semua hari-harinya? beliau menjawab : Sebagaimana diketahui, bahwa setiap orang bangun dimalam hari untuk makan sahur. dan hanya dengan makan sahur seseorang sudah dikatakan niat untuk berpuasa esok harinya. karena amalan setiap orang yang berakal tidak mungkin kecuali karena keinginan untuk melakukannya. dan keinginan adalah niat. dan tidaklah seseorang itu makan diakhir malam kecuali untuk puasa. jika dia hanya ingin makan saja. akan tetapi makan diakhir malam bukan termasuk kebiasaannya, maka inilah niat.

Beliau juga mencontohkan bahwa jika seseorang tidur sebelum maghrib, dan dia belum bangun kecuali setelah terbitnya fajar pada hari berikutnya, apakah puasanya itu sah ? beliau mengatakan : bahwa puasanya sah. karena menurut pendapat yang paling kuat bahwa niat puasa pada awal ramadhan telah cukup untuk hari-hari berikutnya tidak membutuhkan untuk diperbaharui pada tiap harinya. kecuali jika seseorang tidak puasa pada suatu hari ditengah bulan ramadhan, maka esoknya ketika dia hendak puasa diwajibkan untuk niat lagi.

- Niat Puasa Ramadhan Pada Malam Harinya

Diwajibkan niat puasa ramadhan pada malam harinya sampai sebelum terbitnya fajar. jika fajar telah terbit dan belum niat untuk puasa, maka puasanya pada hari itu tidak sah. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

من لم يبيت الصيام من الليل فلا صيام له

Artinya : "Barang siapa yang belum berniat puasa pada malamnya, maka tidak sah puasanya baginya." (HR An-Nasai)

Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa niat tempatnya didalam hati. dan tidak disyaratkan untuk dilafadzkan dengan lisan. dan pada puasa, hanya dengan memakan sahur saja telah dianggap niat. bahkan sebatas ingin puasa pada esok hari, maka itu adalah niat. tidak perlu dengan bacaan-bacaan khusus atau lafadz-lafadz khusus.

sumber:http://www.artikelislami.com/2011/08/niat-puasa-ramadhan.html

MAKNA DAN MANFAAT DIBALIK PUASA

“Wahai orang-orang yang beriman,diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang terdahulu.Mudah-mudahan kamu bertaqwa” (QS.Al-Baqarah(2):183
Ayat ini menggambarkan dengan jelas bahwa sebelum kita diwajibkan untuk berpuasa,ternyata orang-orang sebelum kita juga sudah menjalankannya.Banyak mannfaat yang bisa didapat dari berpuasa. Buka hanya sekedar menjalankan ritual keagamaan saja sebagai orang Islam. Sebelum berpuasa,alangkah baiknya agar kita benar-benar mencari tahu kenapa Allah SWT memerintahkan hal ini pada manusia. Tidak mungkin tanpa alasan..!
Sebagaimana disabdakan oleh nabi Muhammad SAW,”Banyak diantara orang berpuasa Cuma mendapat lapar dan dahaga saja.”
Tentu kita berharap tidak termasuk di dalamnya. Melakukan ibadah hanya sekedar ikut-ikutan tanpa tahu kandungan makna yang sesungguhnya. Bila kita mengerti dan memahami begitu banyak manfaat yang didapatkan dari berpuasa,maka sudah bisa dipastikan kita akan semakin semangat menjalankannya.
Ada 2 manfaat puasa,yaitu untuk kesehatan dan pengendalian jiwa yang bertumpu pada keikkhlasan.
Ada 3 proses yang terjadi saat kita berpuasa yang berkenaan dengan kesehatan.Yang pertama adalah proses detoksifikasi atau penggelontoran racun-racun sisa pembakaran yang terjadi dalam tubuh.
Yang kedua adalah rejuvenasi atau peremajaan kembali dan yang ketiga adalah stabilisasi atau pemantapan system Logikanya adalah menggelontorkan toksin-toksin atau racun-racun yang mengendap di seluruuh tubuh.
Puasa bukan Cuma menahan lapar dan dahaga,puasa juga berbeda dengan diet tapi puasa memilki dimensi kejiwaan. Sedangkan diet hanya demensi fisik. Puasa adalah aktifitas yang melibatkan dimensi fisik,jiwa dan spiritual.
Puasa yang pada awalnya dikenal sebagai aktifitas keagamaan saja kini diterapkan juga di dunia kedookteran. Pernah pergi ke laboratorium untuk cek kesehatan? Bukankah terkadang kita dianjurkan untuk berpuasa dulu?
Manfaat puasa juga untuk pengendalian jiwa,karena jiwa memilki pengaruh yang sangat besar terhadap fisik. Segala aktifitas fisik kita bersumber dari jiwa. Baik yang kita kehendaki secara sadar maupun yang berada di luar kesadaran kita (alam bawah sadar). Kesimpulannya dalah badan dan jiwa pada diri manusia bagaikan dua sisi yang berbeda dalam satu keping mata uang. Keduanya ada bersamaan saling berinteraksi serta mempengaruhi. Badan yang sehat memilki kontribusi untuk memperoleh jiwa yang sehat. Sebaliknya jiwa yang sehat juga memilki kontriibusi yang signifikan untuk menjadikan tubuh sehat.
Jargon “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat” tidak sepenuhnya benar. Banyak di sekita kita orang-orang yang jahat seperti pembunuh,penjambret,koriptor dllnya berbadan sehat tapi jjiwanya sakit. Jiwa lebih berkuasa disbanding badan. Jiwa adalah penguasa badan. Banyak orang mengalami kesakitan bisa menahan rasa sakitnya dengan kekuatan jiwanya. Dan banyak orang yang sebenarnya terluka tidak cukup menyakitkan tapi menangis meraung-raung karena jiwanya yang lemah.
Intinya adalah sehat yang sesungguhnya memilki makna lahir dan bathin. Keseimbangan antara jiwa dan raga itulah yang harus kita raih karena menjadi kunci kesehatan yang paripurna. Marilah kita lakukan eksplorasi terhadap ilmu-ilmu Allah secara terus-menerus sehingga kita bisa menjalankan segala perintahNya dengan penuh keikhlasan dan keyakinan semata-mata karena ingin mendapat ridhoNya.
Tidak sekedar menjalankan ritual-ritual agama tanpa memahami makna dan manfaatnya. Demikan pula dengan ibadah puasa,kita bisa kembali membangun keseimbangan fisik,jiwa dan menata keseimbangan social serta mengatur keseimbangan spiritual (hubungan kita dengan sang khaliq). Demikianlah penuturan Agus Mustofa,seorang penulis buku diskusi agama tasawuf modern yang berjudul “Untuk apa kita berpuasa” (17-8-10)

Keutamaan Puasa Ramadhan

الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

Bagikan
Keutamaan Puasa RamadhanSebagaimana diketahui bahwa puasa adalah salah satu ibadah terbesar dan sebaik-baiknya amalan ketaatan. dan puasa ramadhan adalah puasa tertinggi dan wajib hukumnya bagi semua muslim. Allah menyatakan bahwa amalan puasa adalah untuk-Nya dan Dia langsung yang memberi balasan yang berlipat-lipat, dikhususkan dengan pintu surga dan dipanggillah orang-orang yang berpuasa darinya untuk masuk, tidak akan memasuki surga lewat pintu tersebut kecuali orang-orang yang berpuasa.

Keutamaan Puasa Ramadhan

Puasa Amalan Ummat Sebelum Kita

Puasa Sebab Diampuninya Dosa

Pahala Puasa Tidak Terhingga

Dua Kebahagiaan Bagi Orang Yang Berpuasa

Puasa Memberi Syafaat Bagi Pelakunya



Banyak sekali keutamaan puasa pada bulan ramadhan yang dikabarkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. diantara keutamaan puasa ramadhan adalah sebagai berikut :

1. Bahwa puasa juga diwajibkan atas ummat sebelum kita. Allah berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al-Baqoroh : 183)

Jika puasa bukan sebuah amalan yang agung, maka tidak mungkin puasa juga diwajibkan atas ummat-ummat sebelum kita. walaupun puasa mereka berbeda dengan puasa kita, artinya bukan pada bulan ramadhan yang diwajibkan atas mereka, akan tetapi amalan puasa itu tersendiri telah diwajibkan atas mereka yang menandakan bahwa amalan ini sangatlah agung.

2. Puasa adalah sebab diampuninya dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غُفِر له ما تقدم من ذنبه

Artinya : "Barang siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan pengharapan (pahala), diampuni dosa-dosa yang telah lampau." (Muttafaq 'Alaihi)

Iman maksudnya beriman dengan Allah dan ridho atas diwajibkannya puasa ramadhan. pengharapan yaitu mengharap balasan dan pahala dari Allah. Jika seseorang telah yakin dan ridho akan kewajibannya berpuasa serta tidak benci atas kewajiban puasa ramadhan, yakin terhadap pahala dan ganjaran yang akan didapat maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.

3. Bahwa pahala puasa tidak terikat dengan jumlah tertentu, akan tetapi pahalanya diberikan kepada orang yang berpuasa tanpa ada perhitungan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

كل عمل ابن آدم له يضاعَف الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف ، قال الله تعالى : إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به ، يَدَعُ شهوته وطعامه من أجلي

Artinya : "Semua amalan anak Adam untuknya dan dilipat gandakan setiap satu kebaikan (dianggap) sepuluh kali kebaikan tersebut dan dilipat gandakan menjadi 700 kali. Allah berfirman : Kecuali puasa, karena amalan itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. (disebabkan) meninggalkan sahwatnya dan makanannya demi Aku." (HR Muslim)

4. Dua kabahagiaan bagi orang yang berpuasa. yaitu kebahagiaan ketika berbuka puasa setelah menahan nafsu, lapar dan dahaga sehari penuh. dan kebahagiaan ketika menjumpai Allah diakherat dengan dimasukkannya kedalam surga-Nya. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

للصائم فرحتان فرحة عند فطره وفرحة عند لقاء ربه

Artinya : "Untuk orang yang berpuasa dua kebahagiaan : kebahagiaan ketika berbuka puasa. dan kebahagiaan ketika menemui Tuhannya." (Muttafaq 'Alaihi)

5. Bahwa amalan puasa memberi syafaat kepada yang mengamalkannya. seperti Al-Qur'an yang memberi syafaat diakherat kepada orang yang membacanya. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة , يقول الصيام : أي رب منعتُه الطعام والشهوة فَشَفِّعْنِي فيه , ويقول القرآن : منعتُه النوم بالليل فَشَفِّعْنِي فيه , قال : فيشفعان

Artinya : "Puasa dan Al-Qur'an memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. puasa berkata : Wahai Robb, aku telah menahannya dari makanan dan syahwat maka berikanlah syafaat. Al-Qur'an berkata : Wahai Robb, aku telah menahannya dari tidur dimalam hari maka berilah syafaat. Rosulullah berkata : maka keduanya memberi syafaat." (HR Ahmad, Ath-Thabrany dan Al-Hakim)

Itulah 5 keutamaan puasa ramadhan. dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang berkaitan dengan amalan puasa. dengan diwajibkannya amalan-amalan bukan saja memberikan pahala bagi kita, bahkan menjadikan kita sebagai makhluk yang utama dan penuh dengan masa depan yang cerah. semoga kita dijadikan sebagai hamba-hamba-Nya yang taat dan ridho dengan semua keputusan-Nya.


Judul artikel : Keutamaan Puasa Ramadhan
Penulis : Hery Prasetyo
Waktu : Senin, 01 Agustus 2011

Sumber Berita:http://www.artikelislami.com/2011/08/keutamaan-puasa-ramadhan.html

TRANSLITE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : KIM

Pengikut

total

Visitor

free counters
Copyright © Catatan Ari Kimura. All rights reserved. Template by CB